Lenterajuang.com, Samarinda – Keterbatasan kemampuan fiskal membuat Pemerintah Kota Samarinda belum menyiapkan proyek pembangunan fisik berskala besar dalam rancangan APBD 2027. Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, mengatakan pembahasan anggaran 2027 saat ini masih berada pada tahap Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Dalam pembahasan tersebut, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyampaikan bahwa pemerintah kota lebih memprioritaskan penyelesaian program yang sudah berjalan.
“Pemerintah hanya fokus menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang telah berjalan saat ini,” kata Rohim, Selasa (11/8/26).
Kondisi fiskal tersebut turut membuat kelanjutan sejumlah proyek besar di Samarinda belum memiliki kepastian, termasuk Teras Samarinda Tahap III. DPRD dan Pemkot Samarinda sejauh ini belum membahas secara khusus rencana kelanjutan proyek tersebut.
Rohim menjelaskan, kepastian mengenai kemungkinan pengalokasian anggaran untuk Teras Samarinda Tahap III baru dapat terlihat ketika pembahasan memasuki tahap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Pada tahap tersebut, kemampuan keuangan daerah serta skala prioritas pembangunan akan dihitung lebih rinci.
“Teras tahap III belum ada pembahasan,
Kita masih pembahasan di KUA kebijakan umum anggaran, kita masih bahas arah kebijakan di 2027. Di pembahasan PPAS kemungkinan baru akan dibahas,” ujar Rohim.
Ia menambahkan, apabila terdapat usulan untuk melanjutkan pembangunan Teras Samarinda Tahap III, kebutuhan anggaran dan kemampuan APBD akan menjadi pertimbangan utama sebelum program tersebut dimasukkan dalam APBD 2027.
“Kita perlu lihat kebutuhan anggaran dan anggaran yang ada nantinya seperti apa, dan kegiatan apa saja yang memungkinkan untuk dialokasikan untuk kelanjutan kegiatan fisik,” demikian Abdul Rohim.














